Mari Berbagi

Akhirnya saya corat-coret blog ini lagi :D . Kali ini topik tulisannya adalah tentang “bagi-bagi”. Bagi-bagi apa saja, terutama hal-hal yang baik. Saya mencoba mengulasnya dengan menggunakan analogi sesuatu yang mengalir, karena saya pikir sesuatu yang mengalir itu cenderung baik, danĀ sesuatu yang tertimbun dan tidak mengalir itu cenderung tidak baik.

Nah, sekarang silakan pilih mana yang lebih baik pada 5 poin di bawah ini,

  1. Air yang tertimbun (menggenang) atau air yang mengalir?
  2. Darah yang tertimbun atau darah yang mengalir (selalu baru/segar)?
  3. Lemak yang tertimbun atau lemak yang mengalir (dibakar)?
  4. Harta yang tertimbun atau harta yang mengalir?
  5. Ilmu yang tertimbun atau ilmu yang mengalir (diajarkan dan dibagi ke semua orang)?

Ini pendapat saya pribadi dan cenderungĀ sotoy juga. Maklum, saya ini hanyalah tukang pijat keyboard dan tukang coret-coret kertas yang cuman ngerti kulit-nya saja tentang hal-hal seperti ini :P . Silakan koreksi kalau ada yang salah.

Air yang tertimbun (baik yang jernih maupun kotor) bisa menjadi tempat nyamuk perantara penyakit untuk berkembang biak. Air jernih bisa jadi tempat yang enak bagi larva nyamuk Aedes aegypti, perantara penyakit demam berdarah dengue, untuk berkembang. Sementara itu, air kotor adalah tempat bagi larva nyamuk Anopheles sp, perantara penyakit malaria. Bila arusnya kecil, air yang mengalir sangat menyegarkan dan menjadi tempat yang nyaman bagi sebagian ikan, dan bila arusnya besar air bisa dipakai sebagai pembangkit listrik. Mungkin karena itulah air yang digunakan untuk berwudhu oleh Umat Islam adalah air yang mengalir dan bersih.

Darah, terutama sel darah merah/eritrosit, adalah bagian tubuh yang penting, terutama sebagai alat angkut makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Eritrosit memiliki masa edar 100 s.d. 120 hari sebelum didaur ulang oleh makrofagus (bagian dari sel darah putih). Terlalu lama menyimpan darah yang tidak segar berpotensi untuk membuat siklus produsen sel darah merah di tubuh kita menjadi berubah, dan darah merah yang dipakai untuk mengedarkan sari-sari makanan maupun oksigen menjadi seperti oli mesin yang sudah lama tidak diganti :P . Hal ini berpotensi memicu gangguan fisik, seperti mudah lemas, lesu, dan kurang bergairah dalam beraktivitas. Mungkin karena itulah seseorang dianjurkan untuk melakukan donor darah tiap 3 s.d. 4 bulan sekali apabila kondisi fisiknya memenuhi syarat.

Lemak? Alasan ini sangat jelas. Silakan tanyakan orang yang rajin berolahraga atau wanita yang diet :P . Lemak yang tertimbun di tubuh berpotensi untuk menjadi sumber penyakit lebih lanjut dan gangguan bagi organ tubuh penting pada tubuh, terutama jantung. Sementara itu, lemak yang dibakar bisa menjadi sumber energi manusia untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Aktivitas inilah yang selanjutnya bisa kita kelola agar setiap waktu yang kita habiskan menjadi sesuatu yang berguna.

Sedekah (mengalirkan sebagian harta/rezeki kita kepada saudara-saudara kita yang lebih memerlukannya) adalah pembuka pintu rezeki yang lebih banyak bagi kita. Konsep sedekah itu tidak bisa dianalisis secara eksak maupun logik, karena sedekah terkait dengan dimensi rohani. Semakin banyak Anda memberi (dengan penuh keikhlasan tentunya), maka semakin banyak juga Anda akan menerima. Orang-orang supermilyarder (yang tentu lebih banyak hartanya daripada milyarder kacangan biasa) seperti Warren Buffet atau Carlos Slim Helu mengalirkan lebih dari 50% (bahkan hampir 90%) pendapatan per bulan mereka untuk donasi/kegiatan amal. See?

Anda belajar suatu ilmu, kemudian tahu dan mengerti ilmu tadi untuk Anda miliki sendiri? Hmm… bagaimana kalau Anda tuliskan/sampaikan/bagikan apa yang Anda pahami dan sekiranya berguna untuk orang lain. Yang simpel saja dulu, nggak perlu banyak-banyak sampai jadi berbentuk buku atau satu sesi seminar sendiri. Yang penting jalan saja. Setiap kata-kata maupun paragraf yang menginspirasi seseorang untuk berbuat baik, Anda juga yang akan kecipratan hasilnya :D .

Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang mau berbagi hal-hal baik yang kita miliki kepada sesama, karena menyimpan hal-hal yang baik itu tidak lebih baik dibandingkan berbagi dengan sesama. Mari berbagi… :D

  1. Februari 4, 2011 pukul 15:09:25 | #1

    assa.
    nice one bos. ada satu lagi, hidup. hidup kan harus mengalir, let it flows, life goes on, keep moving forward. klo hidup stuck aja ga baek kan hag2
    wass.

    • Februari 5, 2011 pukul 14:50:56 | #2

      Wa’alaikumsalam.
      Yoi. ente bener, pak CIO bionus. hag2. thanks tambahannya… :D

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.