June 7, 2007...09:26:00

Pulang Ke Tulungagung

Jump to Comments
Hmm, akhirnya malam nanti (pukul 18.30) saya berangkat pulang ke kota kelahiran saya, kota marmer, Tulungagung naik kereta api Turangga. Tapi, saya tidak akan berencana untuk berlama-lama melepas kangen dan penat di sana (setelah melewati perkuliahan semester 4 yang cukup melelahkan…), karena tanggal 11 Juni nanti perkuliahan semester pendek sudah dimulai. Paling-paling saya hanya akan absen pada perkuliahan pertama. Jadi, saya baru akan mulai kuliah pada Rabu (13/6).

Salah satu sudut Kota Tulungagung. Dekat Masjid Agung Al Munawar


Ngomong-ngomong
, penasaran juga mendengar kabar dari orang tua beberapa waktu yang lalu yang menyebutkan bahwa Kota Tulungagung dan daerah selatan kota, yaitu Boyolangu, baru saja terkena angin puting beliung. Untungnya rumah saya dan kelurahan tempat tinggal saya tidak mengalami kerusakan apa pun. Alhamdulillah. Saya juga sempat tanya ke Mbah Google dan mengecek ke situs resmi Pemkab Tulungagung tentang berita tersebut. Walaupun disebut sebagai bencana terburuk yang dialami masyarakat Tulungagung dalam 20 tahun terakhir, ternyata pemulihannya sangat cepat, begitu menurut penuturan tim Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur di situs resmi Pemkab Tulungagung.

Saya juga ingin melihat langsung sepak terjang tim sepak bola kesayangan saya, Laskar Badai Selatan, Perseta Tulungagung yang baru saja memastikan diri lolos ke babak 16 besar kompetisi Divisi II Liga Indonesia. Semoga bisa promosi ke Divisi I musim depan. Go, Perseta!

Sementara itu satu tiket tersisa ke babak 6 besar divisi dua Grup II akhirnya direbut Perseta Tulungagung. Tim asuhan Hendrik Montolalu ini mendampingi PPSM Magelang. Tiket itu diraih setelah Perseta mengalahkan Persipo Purwakarta 3-0 di Stadion Rejoagung, Tulungagung (29/5)

Berita di atas saya kutip dari bolanews.com dan Tabloid BOLA edisi 1 Juni 2007.

Oh, iya. Sebagai informasi, Perseta Tulungagung adalah Juara Divisi III Liga Indonesia musim lalu. Ya, setidaknya pernah mengecap gelar juara, walau di level kompetisi bawah.

Terakhir, saya juga kangen berat dengan makanan khas Tulungagung yang tidak bisa saya temui di Bandung ini, seperti tahu lontong, ayam lodoh yang superpedas, satĂ© cempĂ©, dan juga nasi rawon tulungagung. Khusus makanan yang terakhir ini, saya memang biasa makan di daerah Jalan Gelap Nyawang, tapi “bentuk” dan rasanya berbeda dengan nasi rawon ala tulungagung. Saya sih maklum saja, karena memang nasi rawonnya ala madiun yang lebih kental, asin, dan hitam dibandingkan rawon di daerah saya (sempat bingung ketika kali pertama makan nasi rawon di sana).

Ya sudah. Saya sudah tidak sabar lagi ingin sampai di rumah. Sampai juga lagi di Bandung, Insya Allah tanggal 13/6 pagi.

-KnightDNA-

5 Comments

  • Ismail Faruqi

    Met liburan, ditunggu oleh-olehnya… Mudah2an ketika kamu balik, TA saya dah ada kemajuan, huhu…

  • Kapan km pulang ke TA lagi Yaz? liburan ada rencana pulang gak?
    Anton-Kapilawastu

  • @Mas Uqi
    Gimana, Mas progres TA-nya? Hehehe…

    TA-nya Kenapa? o__O

    @Anton:
    Insya Allah awal Agustus

  • tulung agung memang ampuh….

  • mohammad hasan

    mas saya boleh minta informasi tentang perseta tulungagung nggak?soalnya saya suka sepakbola dan ingin ikut seleksi untuk perseta kalau mengadakan seleksi pemain soalnya selama ini saya kesulitan mencari informasi seleksi klub sepakbola tolong mas ya kasih tahu saya kalau ada informasi tentang seleksi perseta melalui e-mail nasah_1988@yahoo.co.id terima kasih sebelumnya


Leave a Reply