Setelah hampir dua bulan tanpa tulisan baru, akhirnya blog ini terjamah juga, dan sekarang Ten 2 One! Bukan… bukan jam 1 kurang 10 menit, bukan juga band saingannya Ten 2 Five, tapi inilah hasil todongan beberapa oknum teman seangkatan saya (John Pumping van Depok dan Petra van Odin), yang meminta saya untuk ikut permainan dengan aturan sebagai berikut:
- Each blogger must post these rules.
- Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
- Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
- Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog
Baiklah, sesuai dengan judulnya kita mulai dulu dari nomor 10 (tidak diurutkan berdasarkan kriteria tertentu). Sepertinya saya pernah ikut permainan berantai seperti ini, tapi ya sudah. Saya ikut saja lagi
, dan saya mulai saja. Ini dia!
10. Pelupa barang-barang “kecil”
Ini adalah kebiasaan saya yang masih belum bisa hilang 100% saat ini. Kunci, pulpen, PDA, arloji, dan beberapa kertas penting adalah barang yang sering saya “lupakan” keberadaannya, padahal seringkali berada di sebelah saya atau bahkan terkadang saya bawa saat itu (Parah!). Jangan kaget kalau saat saya membawa pulpen tertentu, tiba-tiba saya bertanya “Di mana pulpen saya tadi ya?”.
9. Sukar ganti menu makanan atau minuman di tempat makan tertentu
Bila Anda sering makan bersama saya di suatu tempat, Anda pasti dengan mudah hafal menu makanan saya. Kalau Anda pernah makan dengan saya di warung nasi kuning Jalan Sumur Bandung (dekat SSC), pasti lauk saya adalah dada ayam dan telur bacem. Kalau Anda pernah makan gudeg bareng saya, pasti Anda hafal bahwa gudeng saya tidak akan dicampur krecek. Ya, begitulah. Kalau sudah cocok dengan menu makanan tertentu, saya akan sukar berpindah ke hati menu makanan yang lain.
8. Anti-tauge panjang, udang, dan durian
Jangan tawarkan tiga barang tadi ke saya saat makan, karena dengan drastis, selera makan saya akan turun. Saya pun akan menyingkirkan barang-barang tersebut dari makanan saya. Saat memesan makanan (terutama yang dicurigai mengandung makanan-makanan tersebut), saya akan minta tolong ke penjualnya untuk tidak menambahkan ke makanan saya. Kalau tauge kecil-kecil atau makanan udang olahan (krupuk, sambal petis, dsb.) saya masih suka. Kalau durian, saya tidak kuat dengan baunya
, dan gara-gara itu juga saya sering dicap sebagai orang bodoh yang tidak tahu makanan enak dan mahal
7. Tidak suka basa-basi
“To the point aja”, itu adalah kalimat penggalan iklan (entah saya lupa namanya, tampaknya iklan rokok
) yang sangat saya ingat karena menggambarkan diri saya. Orang Jawa mungkin menganggap saya orang yang ora njawani (tidak Jawa sekali; padahal saya memang bukan Orang Jawa tulen, dan hanya punya 37,5% darah Jawa di tubuh saya
), tapi saya memang kurang senang dengan orang yang “bermanis-manis dulu” bila membutuhkan sesuatu (apalagi minta tolong ke saya).
Lebih baik katakan ke saya,
Yaz, bantuin saya [sesuatu] dong.
daripada
Yaz, lagi sibuk gak?
Enggak
Kalau aku minta tolong kamu buat [sesuatu] keberatan gak?
Saya akan lebih senang apabila diminta/meminta tolong dengan cara pertama
. Mungkin ke depan saya harus mempertimbangkan beberapa orang yang lebih suka cara kedua.
6. Tiada hari tanpa “plesetan”
Plesetan adalah pelintiran istilah atau kata tertentu agar terdengar lebih lucu (meski sifatnya relatif), aneh, bahkan terdengar dipaksakan. Tujuan akhirnya sebenarnya ingin membuat orang tertawa, tapi kadang tujuan ini tidak tercapai karena kelucuan plesetan yang relatif tadi
. Ada yang kurang apabila dalam sehari saya tidak membuat plesetan. Jadi, silakan rasakan “kegaringan” plasenta eh… plesetan saya apabila Anda berinteraksi dengan saya di kesempatan tertentu.
5. Kalau sedang emosi berlebihan akan menulis puisi
Saya biasanya akan menulis puisi bila kondisi emosi sedang berlebihan (sedih berlebihan, gembira berlebihan, marah berlebihan, maupun saat emosi gado-gado
). Puisi tersebut terkadang saya publikasikan di blog saya yang ada di friendster. Tapi, akhir-akhir ini, karena kendala kesibukan, saya jadi jarang menulis puisi apalagi mempublikasikannya di blog
.
4. Cepat marah, cepat hilang
Saya orang yang cepat tersinggung dan emosional, tapi saya tidak mau berlama-lama marah atau berlama-lama menyimpan dendam. Capai! Buang-buang energi! Tapi mau bagaimana lagi, Ya? Ini mungkin terkait dengan karakter koleris-melankolis saya
, dan ini membuat saya mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan wanita yang sangat spesial di hati saya, karena dia sangat alergi dengan orang yang marah. Semoga kebiasaan jelek saya ini bisa berkurang bahkan hilang. Amin! Doakan saya
3. Suka corat-coret abstrak-dekoratif
Teman-teman yang pernah duduk bersebelahan dengan saya saat kuliah barangkali sering melihat kebiasaan saya ini.
“Ini anak nggambar apa sih?”, mungkin dalam hati mereka akan bertanya begitu.
Sebagai informasi, waktu kecil dulu saya sangat senang dengan perwayangan dan sering menggambar sesuatu dengan corak wayang ala Jawa (gubahan Sunan Kalijaga). Nah, kebiasaan menggambar saya ini akhirnya terus ada hingga sekarang, dan berpengaruh pada setiap gambaran saya – selain gambar karikatur pastinya -. Saya sering menggambar tanpa memikirkan dulu apa yang ingin saya gambar, dan pasti di gambar saya tersebut ada corak dekoratifnya. Penasaran? Silakan Anda buktikan sendiri
2. Suka linguistik, nama dan istilah aneh
Saya senang sekali mempelajari bahasa baru, baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Saya ingin seperti Rasulullah SAW yang mampu berbicara dalam hampir semua dialek Bahasa Arab, sehingga memudahkan beliau untuk berdakwah dan menjalin relasi, atau seperti R.M. Sosro Kartono (kakak pahlawan wanita Indonesia, R.A. Kartini), yang menguasai sekitar 30an bahasa, baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Mungkin terdengar berlebihan, tapi saya memang sangat tertarik dengan bahasa. Fakta aneh yang perlu Anda ketahui, saya hapal lirik lagu Lupang Hinirang (lagu kebangsaan Filipina
), dan bisa membedakan asal orang dari namanya (mesti terkadang tertipu juga karena nama tidak selalu mencerminkan asal orang tersebut
). Silakan baca tulisan terkait saya yang lain, apabila ingin tahu lebih jelas
.
1. Suka menonton film berulang-ulang
Heh, bukannya film itu udah pernah kamu tonton ya?
Udah
Kok kamu nonton lagi?
Rasanya saya sering mendengar pertanyaan itu. Saya sendiri tidak tahu mengapa saya bisa senang menonton film berulang-ulang sampai hafal dialog dan adegan scene per scene kalau film tersebut menarik bagi saya. Entah mengapa saya menemukan kepuasan tersendiri saat menonton film yang saya anggap menarik tersebut. Bagi sebagian orang (terutama yang maniak dengan menonton film), kebiasaan saya ini tergolong aneh, tapi saya menikmatinya. Lebih baik menonton lagi film yang sudah pernah membuat saya puas, daripada menonton film baru yang mungkin saja membuat saya menguap atau pergi tidur. Kriteria film yang memuaskan bagi saya tidak perlu Anda tanyakan, karena jawabannya sangat subjektif. Dan sebaiknya, Anda hindari dialog di bawah ini dengan saya
Eh, nonton film [sesuatu] yuk… Bagus lho, seru!
Hmmm, lihat-lihat dulu deh
Lah? Kenapa?
Udah… kamu nonton aja dulu. Kalau filmnya bagus pasti aku ntar nonton juga
Itulah sepuluh kebiasaan saya yang bisa saya publikasikan di blog saya. Mungkin juga ada kebiasaan lain yang tidak terekam di tulisan saya kali ini. Maaf kalau misal tulisan saya ini basi banget, karena permainan ini sebenarnya sudah populer beberapa bulan yang lalu. Saya baru sempat menulis saat liburan seperti ini
. Inilah daftar 10 tertodong berikutnya.
Anggi Alisia Putri. “Ayo nge-blog, Non
“
Arinta Primandini Auza, perwakilan anak CS
Wahyu Adhi Arifiyanto, perwakilan DPP 
Monterico Adrian, perwakilan HMIF
Made Mahendra Adyatman, perwakilan Chocobeans
Wildan Aliviyarda, perwakilan superkru ARC
Muhammad Arif, perwakilan kru ARC
Dendy Setyaningtyas, perwakilan alumni SMUBOY 2005
Muhammad Hakim Asy’ari, perwakilan alumni SMUBOY di Bandung
Galih Satriaji, perwakilian alumni SMUBOY di luar Bandung
Baiklah. Terima kasih atas perhatian Anda, dan sampai jumpa di tulisan saya yang lain
-KnightDNA-