Mari Berbagi

Februari 1, 2011 2 komentar

Akhirnya saya corat-coret blog ini lagi :D . Kali ini topik tulisannya adalah tentang “bagi-bagi”. Bagi-bagi apa saja, terutama hal-hal yang baik. Saya mencoba mengulasnya dengan menggunakan analogi sesuatu yang mengalir, karena saya pikir sesuatu yang mengalir itu cenderung baik, dan sesuatu yang tertimbun dan tidak mengalir itu cenderung tidak baik.

Nah, sekarang silakan pilih mana yang lebih baik pada 5 poin di bawah ini,

  1. Air yang tertimbun (menggenang) atau air yang mengalir?
  2. Darah yang tertimbun atau darah yang mengalir (selalu baru/segar)?
  3. Lemak yang tertimbun atau lemak yang mengalir (dibakar)?
  4. Harta yang tertimbun atau harta yang mengalir?
  5. Ilmu yang tertimbun atau ilmu yang mengalir (diajarkan dan dibagi ke semua orang)?

Ini pendapat saya pribadi dan cenderung sotoy juga. Maklum, saya ini hanyalah tukang pijat keyboard dan tukang coret-coret kertas yang cuman ngerti kulit-nya saja tentang hal-hal seperti ini :P . Silakan koreksi kalau ada yang salah.

Air yang tertimbun (baik yang jernih maupun kotor) bisa menjadi tempat nyamuk perantara penyakit untuk berkembang biak. Air jernih bisa jadi tempat yang enak bagi larva nyamuk Aedes aegypti, perantara penyakit demam berdarah dengue, untuk berkembang. Sementara itu, air kotor adalah tempat bagi larva nyamuk Anopheles sp, perantara penyakit malaria. Bila arusnya kecil, air yang mengalir sangat menyegarkan dan menjadi tempat yang nyaman bagi sebagian ikan, dan bila arusnya besar air bisa dipakai sebagai pembangkit listrik. Mungkin karena itulah air yang digunakan untuk berwudhu oleh Umat Islam adalah air yang mengalir dan bersih.

Darah, terutama sel darah merah/eritrosit, adalah bagian tubuh yang penting, terutama sebagai alat angkut makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Eritrosit memiliki masa edar 100 s.d. 120 hari sebelum didaur ulang oleh makrofagus (bagian dari sel darah putih). Terlalu lama menyimpan darah yang tidak segar berpotensi untuk membuat siklus produsen sel darah merah di tubuh kita menjadi berubah, dan darah merah yang dipakai untuk mengedarkan sari-sari makanan maupun oksigen menjadi seperti oli mesin yang sudah lama tidak diganti :P . Hal ini berpotensi memicu gangguan fisik, seperti mudah lemas, lesu, dan kurang bergairah dalam beraktivitas. Mungkin karena itulah seseorang dianjurkan untuk melakukan donor darah tiap 3 s.d. 4 bulan sekali apabila kondisi fisiknya memenuhi syarat.

Lemak? Alasan ini sangat jelas. Silakan tanyakan orang yang rajin berolahraga atau wanita yang diet :P . Lemak yang tertimbun di tubuh berpotensi untuk menjadi sumber penyakit lebih lanjut dan gangguan bagi organ tubuh penting pada tubuh, terutama jantung. Sementara itu, lemak yang dibakar bisa menjadi sumber energi manusia untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Aktivitas inilah yang selanjutnya bisa kita kelola agar setiap waktu yang kita habiskan menjadi sesuatu yang berguna.

Sedekah (mengalirkan sebagian harta/rezeki kita kepada saudara-saudara kita yang lebih memerlukannya) adalah pembuka pintu rezeki yang lebih banyak bagi kita. Konsep sedekah itu tidak bisa dianalisis secara eksak maupun logik, karena sedekah terkait dengan dimensi rohani. Semakin banyak Anda memberi (dengan penuh keikhlasan tentunya), maka semakin banyak juga Anda akan menerima. Orang-orang supermilyarder (yang tentu lebih banyak hartanya daripada milyarder kacangan biasa) seperti Warren Buffet atau Carlos Slim Helu mengalirkan lebih dari 50% (bahkan hampir 90%) pendapatan per bulan mereka untuk donasi/kegiatan amal. See?

Anda belajar suatu ilmu, kemudian tahu dan mengerti ilmu tadi untuk Anda miliki sendiri? Hmm… bagaimana kalau Anda tuliskan/sampaikan/bagikan apa yang Anda pahami dan sekiranya berguna untuk orang lain. Yang simpel saja dulu, nggak perlu banyak-banyak sampai jadi berbentuk buku atau satu sesi seminar sendiri. Yang penting jalan saja. Setiap kata-kata maupun paragraf yang menginspirasi seseorang untuk berbuat baik, Anda juga yang akan kecipratan hasilnya :D .

Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang mau berbagi hal-hal baik yang kita miliki kepada sesama, karena menyimpan hal-hal yang baik itu tidak lebih baik dibandingkan berbagi dengan sesama. Mari berbagi… :D

Kejujuran (bagian III)

Mei 18, 2010 4 komentar

Lanjutan dari bagian II.

Peradaban suatu masyarakat (termasuk ilmu dan teknologi yang ada di dalamnya) dapat berkembang dengan landasan kejujuran. Jujur dalam menyikapi setiap fenomena yang dialami masyarakat tersebut setiap saat. Jangan berharap kemajuan peradaban suatu masyarakat, apabila ditemukan pengikisan terhadap nilai-nilai kejujuran dalam masyarakat tersebut. Kejujuran juga menjadi nilai penting dalam sistem Islam (saya lebih senang menyebut Islam sebagai sistem, yang cakupannya jauh lebih luas daripada agama maupun ritual). Sang teladan umat Islam, yang tidak lain adalah Rasulullah SAW, pernah bersabda dengan redaksi yang lebih kurang seperti ini (mohon koreksi bila salah),

“Andaikata anakku Fatimah mencuri, aku tidak akan segan-segan untuk memotong tangannya”

Beliau juga menyebutkan tiga ciri orang munafik yang merupakan kontradiksi dari orang yang jujur: berbicara dusta, ingkar janji, dan berkhianat dengan kepercayaan. Sungguh kejujuran adalah poin yang sangat penting dalam Islam.

Kita tidak boleh mengizinkan atau memaafkan suatu ketidakjujuran. Kita diberi tanggung jawab oleh Allah untuk mengingatkan orang di sekitar kita semampu kita, apabila orang tersebut melakukan suatu ketidakjujuran.

Negeri ini sudah sangat permisif dengan ketidakjujuran. Ada mahasiswa yang menyontek atau melakukan plagiarisme terhadap makalah atau paper terentu – tanpa mencantumkan sumber aslinya – namun masih bisa untuk dimaafkan. Ada aparat pemerintah melakukan pungutan liar, korupsi, kolusi, mark up, dsb. dibiarkan begitu saja. Ketidakjujuran yang dimaafkan atau dimaklumi ini pun lama-lama bisa mengakar menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat tersebut. Bahkan bisa balik ke diri kita sendiri. Ini sudah ketentuan Allah yang tidak bisa diubah. Bila tidak segera insyaf, tunggulah sampai Allah yang mengingatkan bahkan mengazab masyarakat tersebut atas segala bentuk ketidakjujuran yang mereka lakukan. Na’udzubillahi min dzalik! Kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

Ingat juga bahwa segala bentuk ketidakjujuran pasti akan terekam. Sekeras apa pun kita menyembunyikan dusta di dunia ini, bahkan jika Tuhan mengizinkan bahwa dusta ini tidak terungkap selama kita hidup, nanti saat pengadilan di akhirat juga akan di-play back. Tidak ada sesuatu yang bisa disembunyikan secara mutlak. Jadi, memang benar bahwa segala bentuk kejujuran dan ketidakjujuran akan pulang ke diri kita sendiri. Kita yang merasakan manfaat kejujuran, dan kita sendiri juga yang merasakan kerugian dari ketidakjujuran. Sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha Membalas tindakan kita.

Well, tulisan ini adalah interpretasi dan tambahan dari saya sendiri dan dari khutbah Jumat tersebut. Saya tidak memungkiri bila ada beberapa poin dari khutbah Jumat yang mungkin belum tercakup di tulisan saya ini. Bila Anda, yang juga berada di masjid dan waktu yang sama, menemui makna yang tidak sesuai dengan makna khutbah Hari Jumat, silakan Anda koreksi :) . Semoga tulisan ini bisa membantu Anda, pembaca sekalian, dan saya untuk terus ingat tentang nilai kejujuran, dan semoga kejujuran semakin dijalankan dan ditegakkan dengan maksimal di Indonesia. Terima kasih dan semoga sukses untuk Anda sekalian, para pembaca ;) .

  • Abang ngomong abang. Ijo ngomong ijo. Kudu wani mati demi kebenaran (Merah bilang merah. Hijau bilang hijau. Harus berani mati demi kebenaran)” -Motto Loedroek ITB.
  • “Kejujuran terpahit lebih baik daripada kebohongan termanis” -Petuah bijak
  • “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak akan dipercaya” -Petuah bijak

-KnightDNA-

Kejujuran (bagian II)

Mei 18, 2010 4 komentar

Lanjutan dari bagian I.

Anda benar-benar tidak ingat dengan masalah ini sampai suatu ketika telepon selular Anda berdering malam harinya. Rupanya Anda dihubungi pihak kepolisian,

“Selamat malam, Bapak/Ibu. Apakah Bapak/Ibu tadi berada di ATM X sekitar pukul 13.00?”
“Iya, betul. Maaf dengan siapa saya bicara?” (Anda pun langsung teringat dengan uang Anda, tapi Anda tetap tenang dan tidak panik).
“Kami dari kepolisian sektor Y. Tadi kami mendapat laporan dari bank dan orang yang mengantri setelah Bapak/Ibu, bahwa uang Bapak/Ibu sejumlah Z rupiah tertinggal di ATM X. Sekarang uang tersebut ada di tangan kami. Apakah Bapak/Ibu bisa ke kantor polisi sektor Y sekarang untuk mengambilnya? Atau apabila Bapak/Ibu tidak sempat mengambilnya sekarang, kapan kami bisa ke rumah Bapak/Ibu untuk mengantarkan uang Bapak/Ibu ini?”

Contoh Ideal 3 – Kios/Toko dan Masjid

Bayangkanlah Anda adalah seorang pemilik toko yang akan melaksanakan ibadah Salat Jumat. Kebetulan di kampung Anda, lokasi masjid tempat Anda biasa melaksanakan Salat Jumat lumayan jauh, katakanlah 500 m. Saat ini adalah kurang 15 menit dari waktu zuhur. Anda dan karyawan pria Anda yang menjaga toko pun bergegas berangkat ke masjid untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat. Anda dan karyawan Anda meninggalkan toko begitu saja dan toko tidak dalam keadaan terkunci.

Selanjutnya, Anda dan karyawan melaksanakan ibadah Salat Jumat dengan khusyuk dan tanpa perasaan waswas. Sepulang dari masjid, Anda dan karyawan pun langsung melanjutkan kembali aktivitas perdagangan tanpa kehilangan satu barang apa pun!

Betapa nikmatnya apabila kita tinggal di tempat yang masyarakatnya mendukung terwujudnya tiga contoh ideal tersebut. Ketiga contoh tersebut memang benar-benar ada dan nyata. Contoh seperti nomor 1 dan 2 ada di negara Jepang, sedangkan contoh seperti nomor 3 ada di Arab Saudi, tepatnya kota Makkah.

Beliau juga memberikan kontradiksi dari ketiga contoh ideal tersebut di Indonesia (beliau memang tidak menyebutkan Indonesia secara eksplisit :P , tapi saya yakin beliau menyindir kondisi negeri ini). Contoh berikut ini sudah saya modifikasi sesuai dengan realitas yang pernah saya alami atau saya dengar:

  1. Jangan berharap Anda bisa tidur nyenyak di kereta api. Salah-salah, barang penting yang lalai Anda awasi bisa hilang, bahkan di kereta api kelas eksekutif sekalipun.
  2. Jangankan berharap uang nasabah bisa kembali. Yang ada adalah uang di ATM yang justru bobol dengan “otak” pembobolannya tidak lain adalah sang manajer bank itu sendiri.
  3. Jangan berharap barang-barang Anda di toko Anda yang lumayan jauh dari masjid akan aman. Sandal Anda yang ditaruh di halaman masjid pun bisa hilang.

Sungguh menohok :P

bersambung

Kejujuran (bagian I)

Mei 18, 2010 1 komentar

Saya sangat terkesan dengan khutbah Jumat tanggal 19 Februari 2010 di Masjid Salman. Kebutulan pada Jumat tersebut saya melaksanakan Salat Jumat di Masjid Salman, dan khatib pada Salat Jumat saat itu adalah Pak Hermawan K. Dipoyono, dosen Teknik Fisika ITB yang juga pembina Keluarga Mahasiswa Islam ITB/Gamais (mohon koreksi jika saya salah). Topik khutbah yang beliau angkat adalah kejujuran. Sekilas, topik tersebut tampak sebagai topik standar Khutbah Jumat, dan ternyata saya salah!

Topik ini cukup mengena dengan penyampaian yang menurut saya keren, “membumi”, dan realistis. Beliau memberikan contoh ideal tentang aplikasi kejujuran di suatu masyarakat. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

Contoh Ideal I – Gerbong Kereta Api

Bayangkanlah Anda sedang mengendarai kereta api dengan membawa beberapa perlengkapan penting dan berharga. Satu dari beberapa perlengkapan tersebut adalah notebook/laptop. Suatu ketika, Anda lupa membawa notebook Anda selepas kereta berhenti, sehingga barang tersebut tertinggal di dalam gerbong kereta api. Anda baru menyadari hal tersebut setelah Anda sampai di rumah.

Selanjutnya, Anda pun menelepon stasiun tempat Anda terakhir berhenti. Anda menyebutkan ciri-ciri notebook Anda yang hilang tadi. Penerima telepon (pihak stasiun) mengatakan bahwa Anda diminta untuk menunggu sekitar 1 s.d. 1,5 jam untuk mencari notebook Anda. Anda pun menunggu dengan tenang sambil melakukan aktivitas lain.

Sejam berikutnya, pihak stasiun menelepon Anda. Kali ini peneleponnya adalah kepala keamanan stasiun langsung. Sang kepala keamanan stasiun memberitahu Anda, “Bapak/Ibu, notebook Anda telah kami temukan dan sekarang sudah berada di tangan kami. Apakah Bapak/Ibu bisa ke stasiun sekarang untuk mengambilnya? Atau apabila Bapak/Ibu tidak sempat mengambilnya sekarang, kapan kami bisa ke rumah Bapak/Ibu untuk mengantarkan notebook milik Bapak/Ibu ini?”.

Contoh Ideal 2 – ATM

Bayangkanlah pada suatu hari (saat siang hari) Anda mengambil uang di ATM. Anda melakukan prosedur transaksi via ATM seperti biasa: memasukkan kartu ATM, memasukkan nomor PIN, memilih menu transaksi, memasukkan nilai nominal uang yang akan diambil, dan ATM pun mengeluarkan uang tunai sejumlah nilai nominal yang Anda masukkan. Transaksi selesai, lalu Anda mengambil kembali kartu ATM, dan ups… Anda malah lupa membawa uang tunainya!

bersambung

Activities on Hiatus

Februari 7, 2010 Tinggalkan komentar

Hi, all.

The last time I wrote a post on my blog was on December 2008. It means that I haven’t written anything yet on my blog for almost 14 months! Well, i think that it is a very long hiatus. But now, I have a chance to write again on my blog. Hopefully, I can manage my time and schedule well in the future, so that the contents of this blog are still fresh ;) .

So, what did I do on my hiatus? Here it was…

  1. While doing my part time job as a software developer on a software house in Bandung, I was involved in a projects, where the client was a government ministry. I was part of the team that develop a web-based asset management portal using PHP, PostgreSQL, FusionCharts, and Google Maps. I was responsible in developing a module to generate interactive graphical and tabular reports that are viewed as an executive summary or to be analyzed visually.
  2. I was in  my last academic term as an undergraduate student of Informatics ITB. I also signed up on an academic program initiated by the collaboration of Directorate of Education ITB and School of Postgraduate Study ITB (CMIIW), that make me possible to accomplish all of my undergraduate and graduate study less than 6 years. So, I took several subjects on my last academic term, both undergraduate and graduate, including Distributed System, Interpersonal Communication (voila! :D ), Social and Political Issues on Information Technology, Software Development Methodology, and also Software Quality Assurance.
  3. I was starting doing my undergraduate thesis (final project), and had my 2nd review (seminar) on June 2009, 3rd review on August 2009, and 4th review (final session) on September 2009. Although I began presenting my undergraduate thesis proposal (1st review) on September 2008, but actually I had begun to focus on doing my final project since March 2009 :P . Alhamdulillah, finally I graduated on October 24 2009, and this is my undergraduate thesis title: Web-based intelligence dashboard development (data visualizer and interactive reporting application) for mail server statistics analysis..
  4. I finished my contract on a unity in ITB. I had to leave some brilliant, competent, and energetic people there. Those who were giving me the experience of hard working, under pressure working, structured working, and also high commitment. Thank you, it is really really useful now. I would like to give my best gratitude and regards to my former manager and colleagues there. I am sorry if I made mistakes when working there, and I hope that we can keep our contact and good relation. Well, I had so many stories about this, and perhaps I will write it in another post ;) .
  5. I am continuing my postgraduate study on my lovely campus, where some of its subject has been taken since my 4th academic year. I plan to finish it on this year. (Amin. Wish me luck ;) ). I took several subjects on the 1st academic term of my postgraduate study: System and Software Requirement Engineering, Software Analysis, Scientific Research Method, Business Intelligence, and Advanced Software Project Management.
  6. Alhamdulillah, I am accepted as one of voucher scholarship holder in ITB. As the consequence, within (max.) 2 years, I have to finish my postgraduate study with certain minimum number of average GPA on each term :| , and also involved in a research activity in campus.
  7. Related with #7, I am currently being a research assistant at Data and Software Engineering Research Group (DSE RG), School of Electrical Engineering and Informatics ITB. I have to do some research about web semantics technology, as one topic of interest in DSE RG. I am also involved in the development of Web-based Indonesian Local Languages Portal enriched with Web Semantics Technology, as the software designer and programmer. The application itself is the output of the first phase in the research.
  8. I was enjoying my days as a freelance software developer. One project where I was involved was building a CMS about food and culinary for a food processing company. The other interesting activity for me was being an IT trainer on certain occasion at that time ;) .

Those were the activities on my hiatus. Once again, I will try to spend my time on writing any articles in my personal and technical blog. Actually, there are many drafts that has not been posted yet on both of my blogs. I will try to make it a complete article soon. FYI, I have also open some microblogging accounts, that are more often being updated than this blog on my hiatus :P .

Okay, thank you very much for your attention. Have a nice day, and see you again on my next post ;) .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.